Breaking News
Beranda » Sosial » Presiden Prabowo Diminta Ganti Kapolri: Demi Reputasi dan Regenerasi Polri

Presiden Prabowo Diminta Ganti Kapolri: Demi Reputasi dan Regenerasi Polri

  • account_circle TCON
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025

 

Jakarta, 1 Agustus 2025 — Desakan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengganti Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencuat ke permukaan.

Dua organisasi masyarakat sipil—Center for Budget Analysis (CBA) dan Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI)—menyuarakan keprihatinan mereka atas stagnasi di tubuh Polri dan menuntut langkah tegas demi regenerasi serta pemulihan citra institusi.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa pergantian Kapolri merupakan langkah mendesak yang tak bisa ditunda. Ia mengingatkan jika Presiden Prabowo tidak segera bertindak, maka kepercayaan publik terhadap Polri akan terus merosot—dan citra kepala negara pun berpotensi ikut tercoreng.

“Regenerasi artinya pergantian Kapolri, dan itu harus dilakukan sekarang. Bila tidak, kinerja dan citra Polri akan semakin terpuruk. Lihat saja kasus ijazah palsu Jokowi yang tak kunjung dituntaskan—ini hanya satu dari sekian banyak indikasi lemahnya penegakan hukum,” kata Uchok dalam pernyataan tertulis, Jumat (1/8).

Menurut Uchok, lambannya penanganan berbagai perkara krusial selama masa transisi pemerintahan menunjukkan perlunya sosok pemimpin baru di Polri yang independen, tegas, dan berani mengambil risiko. Ia juga menilai bahwa anggaran besar Polri tahun 2025—yang mencapai Rp126,6 triliun—tidak akan membawa dampak apa pun jika kepemimpinan tetap stagnan.

Sementara itu, HAMI menekankan pentingnya regenerasi sebagai bagian dari reformasi kelembagaan. Dalam diskusi publik bertajuk “Kapolri Abadi: Matinya Meritokrasi dan Mandegnya Regenerasi” yang digelar di Jakarta Selatan (28/6), Koordinator Nasional HAMI, Asip Irama, menyampaikan bahwa penyegaran di level pimpinan Polri harus menjadi agenda prioritas dalam masa awal pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Tanpa regenerasi, loyalitas di tubuh Polri bisa melenceng—bukan kepada institusi, melainkan kepada individu. Ini berbahaya. Polri harus tetap independen dan profesional,” tegas Asip.

Menurutnya, tidak adanya pergantian pucuk pimpinan telah menciptakan stagnasi yang berdampak pada moral dan motivasi internal. Banyak lulusan terbaik Akademi Kepolisian tidak mendapat ruang promosi karena jabatan strategis terlalu lama dikuasai oleh kelompok tertentu.

HAMI menilai, regenerasi bukan soal mengganti satu orang, melainkan komitmen pada meritokrasi dan keberlanjutan reformasi. Penyegaran kepemimpinan di Polri, kata mereka, akan membuka jalan bagi kader-kader muda yang berintegritas dan profesional.

“Regenerasi adalah bentuk cinta terhadap institusi. Ia menjaga idealisme dan memastikan Polri tetap responsif terhadap tuntutan zaman,” ujar Asip.

Baik CBA maupun HAMI sama-sama menegaskan bahwa desakan ini bukan serangan personal terhadap Kapolri saat ini, melainkan ajakan untuk menjaga marwah institusi hukum negara di tengah krisis kepercayaan publik. Sebagai elemen masyarakat sipil, keduanya berkomitmen untuk terus mengawal reformasi di sektor keamanan dan penegakan hukum.

Kini, semua mata tertuju pada Istana. Bola ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Akankah ia memilih untuk melakukan penyegaran di tubuh Polri demi reputasi dan regenerasi? Ataukah ia akan mempertahankan status quo yang kian dipertanyakan banyak pihak?

Keputusan ini akan menjadi salah satu indikator awal arah kebijakan hukum dan keamanan di era Prabowo-Gibran. Dan lebih dari itu, akan menjadi penentu apakah reformasi di tubuh Polri benar-benar dilanjutkan—atau hanya tinggal slogan

  • Penulis: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof Djohermansyah Kritik Gaya Hedon Pejabat

    Prof Djohermansyah Kritik Gaya Hedon Pejabat

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Beng Aryanto
    • 0Komentar

    Jakarta – Perdebatan mengenai gaya hedon pejabat publik kembali mengemuka. Pengadaan meja biliar di lingkungan pimpinan DPRD, acara berbuka puasa bergaya “bollywood” di hotel mewah dengan tema glamor, hingga pembelian kendaraan dinas yang harganya selangit. Pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya jabatan publik diabdikan? Bagi Guru Besar IPDN dan pakar otonomi daerah Prof. Djohermansyah Djohan, fenomena tersebut […]

  • AKHKI dan HKTDC Gelar Seminar Nasional Bahas RUU Hak Cipta dan Tata Kelola Royalti Musik Digital

    AKHKI dan HKTDC Gelar Seminar Nasional Bahas RUU Hak Cipta dan Tata Kelola Royalti Musik Digital

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Oktober 2025 – Perkumpulan Konsultan Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI) bekerja sama dengan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Menyambut RUU Hak Cipta: Peluang, Tantangan, dan Perlindungan Hak Cipta dalam Musik” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan di bidang kekayaan intelektual […]

  • Triyatno Wafat, Bamsus Minta Pemerintah Serius Selesaikan Utang BUMN Istaka Karya

    Triyatno Wafat, Bamsus Minta Pemerintah Serius Selesaikan Utang BUMN Istaka Karya

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Jakarta — Triyatno, salah satu dari ratusan pengusaha kecil yang menjadi korban utang BUMN PT Istaka Karya (Persero), meninggal dunia pada Jumat (6/2) dini hari. Triyatno dikenal sebagai salah satu subkontraktor BUMN yang sempat menyita perhatian publik setelah menangis saat audiensi di hadapan Komisi VI DPR RI, mengungkap kesulitan hidup akibat hak pembayaran yang tak […]

  • Bank Centris Bukan Obligor, Tapi Kreditor

    Bank Centris Bukan Obligor, Tapi Kreditor

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta — Andri Tedjadharma, salah satu pemegang saham Bank Centris Internasional, kembali menegaskan tuntutannya terhadap Bank Indonesia (BI) terkait penyelesaian kasus Bank Centris. Menurut Andri, BI telah gagal melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam perjanjian hukum Akte No. 46, sehingga seluruh aset bank, jaminan, serta promes nasabah wajib dikembalikan. “Bahkan harus kembalikan semua aset bank dan […]

  • PT HighScope Indonesia dan YPPBA  Diperintah PN Jaksel Bayar Kerugian Rp8,9 Miliar

    PT HighScope Indonesia dan YPPBA Diperintah PN Jaksel Bayar Kerugian Rp8,9 Miliar

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tolak Gugatan PT HighScope Indonesia dan YPPBA, Menangkan YBTA dalam Sengketa Merek dan Lisensi Sekolah Jakarta, 6 November 2025 — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan secara tegas menolak seluruh gugatan yang diajukan Yayasan Perintis Pendidikan Belajar Aktif (YPPBA) dan PT HighScope Indonesia terhadap Yayasan Bina Tunas Abadi (YBTA) dalam perkara perdata No. […]

  • Terjadi! Perampasan Aset Karena Kekuasaan, Bukan Hukum

    Terjadi! Perampasan Aset Karena Kekuasaan, Bukan Hukum

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Praktisi hukum Edi Winarto mengatakan tidak sepatutnya Andri menanggung beban BLBI yang dia sendiri tidak pernah menerima. Tidak sepatutnya Satgas BLBI menyita harta pribadinya karena tak jelas dasar hukumnya. Edi juga menegaskan penegakan hukum harus fair, adil dan manusiawi. Jangan menggunakan pendekatan kekuasaan dan merasa sah. Info lengkapnya klik di sini

expand_less