Jose Rizal Raih Doktor Cumlaude UI, Tawarkan Konsep Neo-Weberian Digital untuk Birokrasi Daerah
- account_circle TCON
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026

Depok — Jose Rizal resmi meraih gelar Doktor Sosiologi Universitas Indonesia (UI) dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang digelar di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok, Rabu (7/1/2026).
Jose menjadi Doktor Sosiologi UI ke-143 melalui disertasi berjudul “Transformasi Arena Birokrasi di Era Digital: Aktor, Struktur, dan Habitus dalam Jakarta Smart City”. Dalam disertasinya, ia memperkenalkan konsep Neo-Weberian Digital (NWD) sebagai pendekatan reformasi birokrasi di era digital.
Sidang promosi dipimpin Ketua Sidang Prof. Dr. Dody Prayogo, MPSt, dengan promotor Prof. Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D, dan ko-promotor Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Dr. Indera Ratna Irawati, M.A., dan Dr. Sulastri, M.Si.
Dalam pemaparannya, Jose Rizal menyatakan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak otomatis menghilangkan birokrasi. Menurutnya, birokrasi justru mengalami transformasi ke dalam ruang digital yang ditandai oleh penggunaan data, algoritma, dan sistem kinerja.
“Digitalisasi pemerintahan akan gagal jika hanya berhenti pada aplikasi. Yang dibutuhkan adalah penataan ulang struktur, etika, dan peran aparatur,” ujar Jose Rizal dalam sidang tersebut.
Disertasi ini menjadikan Jakarta Smart City sebagai lokasi kajian empiris untuk melihat perubahan relasi antara aktor birokrasi, struktur organisasi, dan budaya kerja di era digital. Jose menemukan bahwa aparatur negara tidak lagi hanya menjalankan prosedur, tetapi juga berperan sebagai pengelola data dan pengambil keputusan berbasis sistem.
Konsep Neo-Weberian Digital yang ditawarkan memadukan prinsip birokrasi Weberian—seperti legalitas, hierarki, dan akuntabilitas—dengan pemanfaatan teknologi digital. Menurut Jose, digitalisasi seharusnya memperkuat rasionalitas dan legitimasi birokrasi, bukan menggantikannya.
Promotor Prof. Iwan Gardono Sudjatmiko menilai disertasi tersebut memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian sosiologi pemerintahan, terutama dalam konteks reformasi birokrasi di Indonesia.
Sidang promosi ini dihadiri sejumlah pejabat dan akademisi, antara lain Kepala BSKDN Kemendagri Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, Staf Ahli Mendagri Anwar Harun Damanik, S.STP., M.Si, Direktur Pascasarjana IPDN Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si, pakar hukum tata negara Feri Amsari, serta Staf Khusus KSP Dr. Hera Nugrahayu, M.Si.
Jose Rizal saat ini menjabat Kepala Bagian Kelembagaan Kementerian Dalam Negeri dan dikenal sebagai pengajar serta sosiolog di lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Konsep Neo-Weberian Digital yang ia tawarkan dinilai relevan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan reformasi birokrasi berbasis digital secara lebih terstruktur dan akuntabel.
- Penulis: TCON
