Tutut Soeharto Digadang Gantikan Ketum Bahlil
- account_circle TCON
- calendar_month Sen, 25 Agu 2025
- visibility 51

Poros Muda Golkar Indonesia mendorong perubahan. Usung Tutut Soeharto menjadi Ketum Golkar gantikan Bahlil.
Jakarta – Dinamika internal Partai Golkar kembali memanas. Sebuah arus baru muncul dari dalam tubuh partai berlambang pohon beringin: Poros Muda Golkar Indonesia secara terbuka menyatakan dukungan kepada Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto untuk menduduki kursi Ketua Umum, menggantikan Bahlil Lahadalia.
Koordinator Poros Muda Golkar, Tb. Uuy Faisal Hamdan, menegaskan bahwa partai ini membutuhkan figur yang bukan sekadar populer, tetapi mampu menyatukan faksi-faksi internal dan mengembalikan marwah Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia.
“Poros Muda Golkar melihat Ibu Tutut Suharto adalah sosok yang memiliki integritas, rekam jejak, dan ikatan sejarah yang kuat dengan Golkar. Beliau mampu menjadi pemersatu sekaligus membawa partai kembali berjaya,” ujar Uuy dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kepemimpinan mendatang tidak boleh terjebak dalam pragmatisme politik, melainkan harus menampilkan figur yang memahami DNA Golkar sekaligus mampu membangun konsolidasi antargenerasi.
“Kehadiran Ibu Tutut bisa menjadi jembatan generasi. Beliau punya pengalaman politik dan ketokohan yang kuat. Ini penting agar Golkar tidak terpecah, tapi justru solid dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Poros Muda menegaskan bahwa dukungan terhadap Tutut Soeharto bukan sekadar manuver elit, melainkan aspirasi yang lahir dari berbagai daerah. Mereka menilai momentum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) harus dijadikan titik balik untuk memperkuat mesin partai, sekaligus merebut kembali basis suara yang selama ini tergerus.
Golkar harus kembali menjadi partai yang kuat, solid, dan dekat dengan rakyat. Untuk itu, kami tegaskan sikap mendukung penuh Ibu Tutut Suharto sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Bahlil Lahadalia,” pungkas Uuy.
Langkah Poros Muda Golkar ini menambah babak baru dalam drama politik internal partai tua ini. Jika dorongan Munaslub semakin menguat, bukan mustahil Golkar akan kembali ke akar sejarahnya—di bawah figur yang punya nama besar dalam perjalanan politik Indonesia.
- Penulis: TCON
