Breaking News
Beranda » Terkini » Guru Besar IPDN Ingatkan Ancaman Otonomi Daerah

Guru Besar IPDN Ingatkan Ancaman Otonomi Daerah

  • account_circle TCON
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026

Guru Besar IPDN, Prof Djohermansyah Djohan menyoroti kebijakan dana desa untuk koperasi desa Merah Putih. 

JAKARTA — Kebijakan pemerintah yang menetapkan 58,03 persen Dana Desa tahun 2026 wajib dialokasikan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menuai sorotan dari kalangan akademisi.

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Djohermansyah Djohan, menilai kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi ruang fiskal dan otonomi desa dalam menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, Dana Desa pada prinsipnya merupakan subsidi fiskal dari pemerintah pusat kepada desa dalam rangka memperkuat kapasitas dan otonomi asli desa.

“Desa memiliki otonomi asli. Dana Desa adalah bentuk subsidi negara untuk memperkuat kapasitas desa, bukan untuk membatasi ruang geraknya,” ujar Djohermansyah, Minggu (23/2/2026), di Jakarta.

Ia menjelaskan, selama ini desa relatif memiliki keleluasaan dalam menentukan penggunaan Dana Desa, seperti untuk pembangunan jalan, jembatan, irigasi, pasar desa, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Namun dengan ketentuan baru, lebih dari separuh anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembentukan dan pembangunan fisik Koperasi Merah Putih.

Djohermansyah memperkirakan, pemotongan anggaran itu dapat mencapai Rp600–800 juta per desa, sehingga dana yang tersisa untuk program lain berkisar Rp200–300 juta.

“Kalau dana tinggal segitu, ruang gerak pembangunan menjadi terbatas,” katanya.

Pemerintah sebelumnya menargetkan pembentukan koperasi Merah Putih di sekitar 80 ribu desa dengan proyeksi penciptaan hingga dua juta lapangan kerja.

Secara konsep, koperasi dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi desa melalui penyerapan hasil pertanian, distribusi barang, hingga pengelolaan gerai ritel.

Namun, Djohermansyah menilai penguatan koperasi membutuhkan kesiapan manajerial dan sumber daya manusia yang memadai.

“Pembangunan fisik mungkin bisa cepat selesai. Tetapi membangun manajemen koperasi yang profesional memerlukan waktu dan kompetensi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan adanya risiko jika pembentukan koperasi dilakukan secara serentak tanpa mempertimbangkan kesiapan masing-masing desa.

Menurutnya, pendekatan bertahap lebih realistis, dimulai dari desa yang telah memiliki koperasi aktif dan potensi ekonomi kuat, kemudian diperluas secara bertahap ke desa lain melalui penguatan kapasitas dan transfer pengetahuan.

“Kalau dipaksakan sekaligus, yang berhasil kemungkinan hanya sebagian,” kata dia.

Djohermansyah menegaskan, transformasi ekonomi desa merupakan tujuan strategis, namun implementasinya perlu tetap memperhatikan prinsip desentralisasi dan otonomi desa agar tidak menimbulkan hambatan pembangunan di tingkat lokal.

  • Penulis: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andri Tedjadharma Sebut Thomas Djiwandono Layak Jadi Deputi Gubernur BI

    Andri Tedjadharma Sebut Thomas Djiwandono Layak Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Andri Tedjadharma menilai Thomas Djiwandono layak menjadi Deputi Gubernur BI berdasarkan kapasitas dan rekam jejak, bukan faktor keluarga. Jakarta – Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai layak dan patut dipertimbangkan. Penilaian tersebut disampaikan oleh Andri Tedjadharma berdasarkan kapasitas, rekam jejak profesional, serta pengalaman Thomas di sektor keuangan, bukan karena latar belakang […]

  • Habitare Rasuna Hadirkan “Rasa Nusantara”, 111 Sajian Buka Puasa Ramadhan

    Habitare Rasuna Hadirkan “Rasa Nusantara”, 111 Sajian Buka Puasa Ramadhan

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Irwan
    • 0Komentar

    Jakarta — Menyambut bulan suci Ramadhan, Habitare Rasuna Jakarta menghadirkan program buka puasa bertajuk “Rasa Nusantara”, yang menyajikan 111 variasi menu dari appetizer hingga dessert dalam konsep All You Can Eat Iftar. Menu yang ditawarkan mencakup beragam hidangan tradisional Nusantara dan jajanan pasar, dipadukan dengan sajian khas Timur Tengah seperti nasi kebuli, nasi briyani, nasi […]

  • Munas PKP 2026: Mencari Manajer, Bukan Raja

    Munas PKP 2026: Mencari Manajer, Bukan Raja

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Rully Soekarta: PKP Harus Kembali ke Ruh Keadilan dan Persatuan Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Persatuan (PKP) yang digelar 15 Januari 2026 di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, menjadi momentum kebangkitan partai setelah gagal menjadi peserta Pemilu dan mengalami disfungsi organisasi dari pusat hingga daerah. Munas ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan upaya […]

  • Jabar Kasih Ampunan, DKI Beri Ancaman

    Jabar Kasih Ampunan, DKI Beri Ancaman

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan kebijakan pengampunan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini langsung disambut gembira masyarakat Jabar. Kebijakan Dedi ini pun diikuti beberapa daerah lain, seperti Banten. Tapi, beda halnya dengan DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung enggan memberikan pengampunan. Bahkan mengeluarkan ancaman akan mengejar penunggak pajak. cek di SINI..  

  • Anggaran Perawatan Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Meledak Rp722 Juta, CBA Minta Kejagung Turun Tangan

    Anggaran Perawatan Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Meledak Rp722 Juta, CBA Minta Kejagung Turun Tangan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Anggaran rutin perawatan rumah dinas Ketua DPRD DKI naik fantastis. Patut dicurigai. Kejaksaan Agung diminta CBA turun memeriksa.  Jakarta – Setelah publik dikejutkan oleh proyek “rehabilitasi megah” 19 gedung DPRD DKI Jakarta senilai Rp50,3 miliar yang dinilai penuh kejanggalan, babak baru kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, […]

  • AKHKI dan HKTDC Gelar Seminar Nasional Bahas RUU Hak Cipta dan Tata Kelola Royalti Musik Digital

    AKHKI dan HKTDC Gelar Seminar Nasional Bahas RUU Hak Cipta dan Tata Kelola Royalti Musik Digital

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Oktober 2025 – Perkumpulan Konsultan Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI) bekerja sama dengan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Menyambut RUU Hak Cipta: Peluang, Tantangan, dan Perlindungan Hak Cipta dalam Musik” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan di bidang kekayaan intelektual […]

expand_less