Breaking News
Beranda » Terkini » Munas PKP 2026: Mencari Manajer, Bukan Raja

Munas PKP 2026: Mencari Manajer, Bukan Raja

  • account_circle TCON
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026

Rully Soekarta: PKP Harus Kembali ke Ruh Keadilan dan Persatuan

Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Persatuan (PKP) yang digelar 15 Januari 2026 di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, menjadi momentum kebangkitan partai setelah gagal menjadi peserta Pemilu dan mengalami disfungsi organisasi dari pusat hingga daerah.

Munas ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan upaya reborn PKP untuk mengembalikan fungsi partai secara utuh.

 

Dewan Pembina PKP, Rully Soekarta, secara terbuka mengakui bahwa kegagalan masuk “pasar pemilu” membuat struktur partai praktis lumpuh.

“Secara de facto kita seperti bubar. Fungsi partai tidak berjalan,” ujar Rully.

Namun secara hukum, PKP tetap sah. Dalam kondisi vakum kepemimpinan, Dewan Pembina mengambil alih kendali organisasi sesuai ketentuan internal dan merujuk pada SK terakhir yang tercatat di Kemenkumham.

Ketua Umum Bukan Penguasa

Rully menegaskan, Munas PKP tidak ditujukan untuk melahirkan ketua umum bermental kekuasaan. Ketua partai harus berperan sebagai manajer organisasi, bukan raja politik.

“Ketua partai posisinya tinggi, tapi bukan penguasa. Bukan pencari kekuasaan,” tegasnya.

PKP, kata Rully, kembali pada wasiat para pendiri: keadilan dan persatuan, dengan rakyat sebagai pemilik bangsa. Ia mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 dilakukan atas nama bangsa, bukan negara—sebuah penegasan bahwa kedaulatan sejati berada di tangan rakyat.

Musyawarah, Bukan Voting

Pemilihan ketua umum dilakukan melalui penjaringan tertutup berbasis kriteria, bukan voting terbuka.

“Kami tidak menghitung kepala, tapi menghitung isi kepala. Musyawarah itu berilmu,” kata Rully.

Nama-nama yang masuk diseleksi, dirangking, dan bila kandidat terbaik bersedia, proses selesai. PKP sengaja menghindari kontestasi terbuka untuk mencegah perpecahan.

Isfan Fajar Satryo dan Isu Dinasti

Salah satu nama hasil penjaringan adalah Isfan Fajar Satryo, putra Try Sutrisno. Rully menegaskan, Isfan maju bukan karena dorongan ayahnya.

“Proses ini berjalan 7–8 tahun, bukan instan. Bahkan beliau tidak ingin disebut ketua umum, tapi manajer,” ujarnya.

Isfan dinilai relevan menghadapi tantangan politik ke depan: berlatar sipil, berpengalaman di dunia usaha dan organisasi, serta memiliki jejaring lintas generasi—penting di tengah dominasi pemilih milenial dan Gen Z.

Struktur Berbasis Tanggung Jawab

Ke depan, PKP ingin membangun struktur dengan sense of belonging, bukan loyalitas buta.

“Bukan hormat berlebihan pada ketua, tapi tanggung jawab atas keputusan bersama,” kata Rully.

PKP menempatkan politik sebagai jalan etik.

“Kalau rakyat kuat, negara tenang. Kalau elite nikmat dan rakyat runtuh, konflik pasti datang.”

Munas PKP 2026, dengan demikian, bukan hanya agenda organisasi, tetapi pernyataan sikap ideologis: mengembalikan politik pada keadilan dan persatuan secara nyata.

(Beng Aryanto)

  • Penulis: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beredar Surat Jurnalis untuk Presiden dan DPR, Prihatin Kondisi Hukum di Tanah Air

    Beredar Surat Jurnalis untuk Presiden dan DPR, Prihatin Kondisi Hukum di Tanah Air

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Gugatan BPPN terhadap Bank Centris Internasional ditolak Pengadilan. Bank Centris bukan obligor BLBI  Tapi, pemerintah tetap menyita harta Andri Tedjadharma.  Jakarta — Sebuah surat terbuka tanpa nama yang mengatasnamakan keprihatinan jurnalis beredar dan ditujukan kepada Presiden serta DPR RI, menyoroti kebijakan pemerintah dalam penyitaan harta pribadi seorang warga negara, Andri Tedjadharma, meski gugatan terkait Bank […]

  • Prabowonomics: Dari Wacana ke Struktural

    Prabowonomics: Dari Wacana ke Struktural

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Prabowonomics bergerak dari wacana ke struktur. Pergeseran di BEI, OJK, Kemenkeu, dan BI membuka kembali pertanyaan lama tentang kendali negara. Mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mungkin tampak sebagai peristiwa teknis, dipicu gejolak pasar dan tekanan indeks. Namun jika diletakkan dalam rangkaian perubahan yang lebih luas—pergantian Menteri Keuangan, […]

  • Beredar Kabar Kejagung akan Panggil Direktur Utama KAI Logistik

    Beredar Kabar Kejagung akan Panggil Direktur Utama KAI Logistik

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Sis
    • 0Komentar

    Saat ini beredar kabar di kalangan wartawan Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memanggil Direktur Utama KAI Logistik Fredi Firmansyah dugaan penyimpangan pemanfaatan aset negara milik PT KAI (Persero). “Kita sudah dapat data dugaan penyimpangan yang dilakukan KAI Logistik. Kita akan panggil Dirut KAI Logistik untuk dimintai keterangan,” kata sumber di Kejagung yang tidak mau disebutkan namanya, […]

  • Bravo! TNI-Polri Gulung Sindikat Penipu Online

    Bravo! TNI-Polri Gulung Sindikat Penipu Online

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Di tengah riuhnya pemberitaan sebagian masyarakat yang menentang revisi undang-undang TNI, Tim Khusus Gabungan Intelijen Kodam XIV/Hasanuddin membongkar jaringan sindikat penipuan daring bermodus investasi dan penjualan fiktif, yang dikenal dengan istilah “Passobis”. Sindikat tersebut meresahkan masyarakat di berbagai daerah, khususnya di Sidrap dan Makassar, Sulawesi Selatan. Berapa jumlah pelaku yang tertangkap? Informasi lengkapnya Di SINI  

  • Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Negara

    Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Negara

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan institusi Polri tetap di bawah Presiden. Menempatkan Polri di bawah kementerian sama artinya melemahkan negara.  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal tersebut dalam rapat dengan Komisi III DPR-RI di Senayan, Senin (26/1). Mengawali penjelasannya Kapolri menegaskan sikap institusional Polri terkait posisi kelembagaan. Ia menyampaikan secara terbuka di hadapan […]

  • Lift: Teror Psikologis Tanpa Mistis, Ujian Keberanian Sinema Indonesia di Ruang Sempit

    Lift: Teror Psikologis Tanpa Mistis, Ujian Keberanian Sinema Indonesia di Ruang Sempit

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Beng Aryanto
    • 0Komentar

    Di tengah arus film Indonesia yang masih gemar menjual teror mistik sebagai jalan pintas menuju pasar, Lift datang membawa kegelisahan berbeda.  Film yang dijadwalkan tayang pada 26 Februari ini justru menolak dikotakkan sebagai film teror konvensional. Menariknya, pendekatan berbeda tersebut tidak hanya mendapat perhatian di dalam negeri, tetapi juga mulai memperoleh pengakuan di ranah festival […]

expand_less