Triyatno Wafat, Bamsus Minta Pemerintah Serius Selesaikan Utang BUMN Istaka Karya
- account_circle Ival
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026

Jakarta — Triyatno, salah satu dari ratusan pengusaha kecil yang menjadi korban utang BUMN PT Istaka Karya (Persero), meninggal dunia pada Jumat (6/2) dini hari.
Triyatno dikenal sebagai salah satu subkontraktor BUMN yang sempat menyita perhatian publik setelah menangis saat audiensi di hadapan Komisi VI DPR RI, mengungkap kesulitan hidup akibat hak pembayaran yang tak kunjung dibayarkan.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Perkumpulan Korban BUMN Karya (Perkobik), Bambang Susilo.
Kepada media ini, Bambang menyebut wafatnya Triyatno sebagai pengingat yang keras bagi pemerintah agar serius menyelesaikan persoalan utang BUMN kepada para vendor dan subkontraktor. “Ini semoga menjadi koreksi pemerintah,” ujar Bambang yang akrab disapa Bamsus, Jumat pagi.
Menurut Bambang, persoalan utang BUMN bukan sekadar soal administrasi atau keuangan negara, melainkan menyangkut nasib dan keberlangsungan hidup pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). “Jangan ada lagi BUMN yang tidak membayar vendor dan subkontraktor. Korbannya kebanyakan UKM,” tegasnya.
Bambang menambahkan, dirinya akan kembali mengomunikasikan persoalan tersebut kepada Komisi VI DPR RI untuk mendorong penyelesaian menyeluruh atas utang BUMN, khususnya kepada para subkontraktor PT Istaka Karya. “Kami minta Komisi VI terus berjuang memperbaiki BUMN dan memastikan seluruh utang kepada vendor Istaka Karya diselesaikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, PT Istaka Karya merupakan salah satu BUMN Karya yang dipailitkan pada era Menteri BUMN Erick Thohir. Hingga kini, sejumlah vendor dan subkontraktor mengaku belum menerima pembayaran, meski proyek telah lama diselesaikan.
- Penulis: Ival
- Editor: TCON
