Dari Sekretaris NCB Interpol ke Kadivhubinter
- account_circle TCON
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026

Hari ini tongkat komando itu berpindah tangan.
Jakarta – Di Markas Besar Polri, Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., S.H., M.H. resmi menerima amanah sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri. Jabatan yang tidak banyak muncul di layar televisi, tetapi menjadi salah satu pintu Indonesia berhadapan dengan dunia dalam urusan penegakan hukum.
Brigjen Untung bukan orang baru di lingkungan Divhubinter. Ia datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai orang yang sudah lama bekerja di balik layar.
Kariernya dimulai dari dunia pendidikan kepolisian. Ia pernah menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri, kemudian dipercaya sebagai Kepala Bagian Pengajaran dan Pelatihan (Kabagjarlat) Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Di sana ia ikut menyiapkan calon-calon pemimpin Polri.
Babak berikutnya membawanya ke panggung internasional.
Pada 2 Juli 2024, ia dipercaya menjabat Sekretaris National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia Divhubinter Polri, menggantikan Brigjen Pol. Amur Chandra yang dipromosikan menjadi Kadivhubinter.
Jabatan itu bukan sekadar mengurus surat-menyurat dengan Interpol. Di sanalah koordinasi pengejaran buronan lintas negara dilakukan. Di sanalah kerja sama antarkepolisian berbagai negara dijalin. Banyak pekerjaan berlangsung tanpa sorotan, tetapi hasilnya sering menjadi berita besar.
Sepanjang 2025, NCB-Interpol Indonesia menerbitkan 35 Red Notice untuk membantu memburu pelaku kejahatan yang melarikan diri ke luar negeri.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pemulangan mantan Chief Executive Officer Investree, Adrian Asharyanto Gunadi. Buronan sejak November 2024 itu akhirnya berhasil ditangkap di Qatar dan dipulangkan ke Indonesia pada 26 September 2025.
Tidak lama berselang, giliran Michael Steven, buronan kasus Kresna Life, berhasil diamankan di Maroko melalui kerja sama dengan otoritas setempat.
Yang paling baru adalah penangkapan Leny Agustya, buronan kasus tindak pidana perdagangan orang yang diduga memberangkatkan pekerja migran ilegal ke Kamboja. Informasi dari NCB Interpol Kamboja menjadi pintu masuk operasi yang berujung pada penangkapannya.
Keberhasilan-keberhasilan itu menunjukkan bahwa kerja sama internasional bukan sekadar seremoni antarnegara. Ada buronan yang ditangkap. Ada pelaku kejahatan yang dipulangkan. Ada perkara yang akhirnya bisa diselesaikan di hadapan hukum Indonesia.
Kini Brigjen Untung memimpin Divisi Hubungan Internasional Polri. Tantangannya tentu lebih besar. Dunia kejahatan terus berubah. Kejahatan siber, perdagangan orang, narkotika, pencucian uang, hingga jaringan kejahatan terorganisasi tidak lagi mengenal batas negara.
Karena itu, diplomasi kepolisian menjadi sama pentingnya dengan kemampuan penyidikan.
Dan Brigjen Untung datang ke kursi Kadivhubinter dengan bekal pengalaman yang tidak sedikit: membangun jejaring, mengejar buronan, serta memperkuat kerja sama internasional demi memastikan bahwa pelarian ke luar negeri bukan akhir dari proses penegakan hukum.
- Penulis: TCON
