Pahlawan di Balik Layar: Kisah Tiga Perempuan yang Membawa UKM Indonesia ke Dunia
- account_circle TCON
- calendar_month Kam, 8 Mei 2025
Di balik hiruk-pikuk ekonomi dan politik nasional, ada cerita yang jarang terdengar. Cerita tentang tiga perempuan tangguh yang tanpa banyak sorotan kamera, telah membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Mereka adalah Raslina Rasidin, Ningsih, dan Vina—pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang telah menekuni bidangnya tiga dekade.
Belum banyak yang tahu, mereka telah menjajakan produk-produk lokal ke hampir seluruh negara di dunia. Mereka hadir di berbagai pameran internasional, menembus pasar global, dan membuktikan bahwa kualitas karya anak bangsa tak kalah saing. Namun semua itu mereka lakukan tanpa gegap gempita. Dalam senyap, mereka bekerja. Dalam diam, mereka berjuang.
Yang menarik dari mereka bukan hanya cerita sukses semata, tapi juga prinsip hidup yang mereka pegang teguh. Ningsih, misalnya. Lengkapnya Purwaningsih Sutiarti. Perempuan asal Nusa Tenggara Barat ini, memilih untuk membatasi ekspansi bisnisnya, meski peluang terbuka lebar. Ia sudah memiliki delapan gerai butik, dan bila mau, ia bisa membuka lebih banyak. Tapi ia memilih cukup.
“Saya ingin hidup nyaman, punya waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan teman. Bukan berarti tidak bisa lebih besar, tapi saya tidak ingin serakah,” ucapnya. Suatu nilai kehidupan yang di dunia bisnis samar untuk terlihat dan seringnya terabaikan.
Nilai itu mungkin juga samar di dunia kerja. Di swasta maupun birokrat. Terlebih lagi di dunia politik. Tak sedikit, misalnya, seseorang begitu bangga menempati sebuah posisi, meski tahu itu bukan keahlian dan kapasitasnya. Atau, misal lain, rangkap jabatan. Hal yang sudah biasa di negeri ini. Padahal, rangkap jabatan bisa melemahkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan keadilan.
Tak berbeda halnya sosok Vina, yang menunjukkan kekuatan seorang ibu tunggal. Tanpa pasangan di sisinya, ia membesarkan anak dengan sepenuh cinta, sembari tetap menjalankan usaha. Hasilnya? Anak-anaknya mampu meraih gelar pendidikan tinggi dan berprestasi. Salah satunya, kini bekerja di Google—prestasi yang membuat haru dan bangga.
Di sisi lain, Raslina Rasidin adalah sosok pemersatu, yang terus mendorong perempuan-perempuan UKM lain untuk bangkit. Ia percaya bahwa kekuatan ekonomi bangsa bisa bertumpu pada tangan-tangan kecil yang bekerja jujur dan konsisten.
Itulah tiga perempuan Indonesia yang penuh dedikasi. Mereka bukan sekadar pelaku UKM yang mengejar kesuksesan materi. Lebih dari itu, mereka adalah simbol daya tahan, kebijaksanaan, dan cinta pada negeri, tanpa menyampingkan peranan laki-laki. Dalam kerja diam mereka, ada kebanggaan yang tak bisa dihitung dengan angka.
Masih panjang kisah dari mereka yang belum tertuang di sini. Kisah hidup yang penuh inspirasi. Juga tentang perjuangan di panggung politik tanah air. Bukan sekadar memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan, tapi kesungguhan untuk memberi arah perjalanan sebuah bangsa. Untuk melahirkan generasi penerus yang handal dan cakap pada jamannya.
Meski kegetiran dan kekecewaan dalam dunia politik kerap mereka rasakan, tak membuat gerak mereka berhenti. Seperti lahirnya kisah ini, sebuah awal dari langkah mereka untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas. Demi kemajuan bangsa dan negara beserta warganya di masa depan.
Kita tunggu kisah-kisah dari mereka…
- Penulis: TCON
