Breaking News
Beranda » Terkini » PUKAT-DESA Desak KPK Bongkar Korupsi Dana Desa Pasca OTT Bupati Ponorogo

PUKAT-DESA Desak KPK Bongkar Korupsi Dana Desa Pasca OTT Bupati Ponorogo

  • account_circle TCON
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025

Jakarta — Penetapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan jabatan dan proyek RSUD Ponorogo memicu reaksi keras dari kalangan masyarakat sipil.

Organisasi PUKAT-DESA (Pusat Kajian dan Advokasi Transparansi Desa) menilai bahwa praktik korupsi di Ponorogo tidak berhenti pada lingkaran elite kabupaten, tetapi telah mengakar hingga ke level pemerintahan desa. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Universitas MPU Tantular, Jakarta, Koordinator PUKAT-DESA Junet Hariyo Setiawan menyebut bahwa audit dana desa selama ini hanya bersifat administratif dan tidak menyentuh substansi penyimpangan yang sesungguhnya.

 

“Yang terjadi bukan audit substantif, melainkan formalitas tahunan yang telah dikondisikan. Kami menduga kuat adanya praktik pengamanan audit yang terkoordinasi dan bersifat kolektif, melibatkan oknum di tingkat kecamatan dan kabupaten. Biaya pengamanan ini menjadi bagian dari sistem impunitas yang memungkinkan penyimpangan berlangsung tanpa koreksi,” tegas Junet.

 

Junet mengungkapkan bahwa praktik “pengamanan audit” tersebut mencakup pengaturan laporan pertanggungjawaban, pengendalian pengadaan oleh kelompok tertutup, serta pembiaran terhadap proyek fisik yang tidak sesuai spesifikasi.

 

“Contoh nyata bisa dilihat di Desa Temon, di mana proyek fisik tidak sesuai spesifikasi, laporan keuangan direkayasa, dan pengadaan dikendalikan oleh kelompok tertentu. Namun hingga kini, tidak ada tindakan hukum yang menyentuh aktor utama di balik praktik tersebut,” ujarnya.

 

PUKAT-DESA juga menyoroti proyek Monumen Reyog Ponorogo, yang dinilai sebagai salah satu simbol kemegahan daerah namun dibangun tanpa transparansi dan partisipasi publik yang memadai. Dugaan penggelembungan anggaran serta pengabaian prinsip akuntabilitas dalam proyek tersebut, menurut Junet, harus menjadi perhatian serius KPK.

 

“Monumen tidak boleh menjadi tameng korupsi. Kami mendesak agar proyek ini turut diaudit secara menyeluruh dan ditelusuri aliran dananya,” tambahnya.

 

Lebih jauh, PUKAT-DESA memperkirakan potensi kerugian negara akibat penyimpangan dana desa bisa mencapai lima hingga sepuluh kali lipat dari nilai suap yang menjerat Bupati Sugiri, yakni sebesar Rp1,25 miliar.

 

“Dana desa mengalir setiap tahun. Jika praktik pengamanan audit ini berlangsung sistemik, maka nilai korupsinya jauh lebih besar dan berulang. Ini bukan sekadar soal satu proyek, ini soal struktur kekuasaan yang korup,” tegas Junet.

 

PUKAT-DESA menilai bahwa perangkat hukum daerah telah gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan, sehingga membuka ruang impunitas yang lebar. Mereka mendesak KPK untuk tidak berhenti pada lingkaran elite kabupaten, melainkan turun langsung memeriksa pengelolaan dana di desa-desa.

 

“Perangkat hukum daerah sudah mati secara fungsional. KPK harus turun ke desa, membuka laporan audit, memeriksa proyek fisik, dan menelusuri aliran dana. Tanpa langkah itu, korupsi dana desa akan terus berulang dari tahun ke tahun,” kata Junet.

 

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dukungan masyarakat desa terhadap pengusutan ini mencapai seratus persen, karena mereka telah lama menjadi korban dari sistem korup yang dibiarkan tanpa perbaikan.

 

“Ini bukan semata soal hukum, tetapi soal martabat masyarakat desa yang selama ini dikorbankan oleh sistem yang menutup mata terhadap penyimpangan,” pungkasnya

  • Penulis: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andri Siap Pertaruhkan Nyawa Bila Ada Rekening Koran Bank Centris Internasional Terima Uang dari BI

    Andri Siap Pertaruhkan Nyawa Bila Ada Rekening Koran Bank Centris Internasional Terima Uang dari BI

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

      Pemohon uji materi Undang-undang nomor 49 tahun 1960 tentang Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN), kembali melontarkan suara keras terkait pemerintah yang masih menuduh dirinya sebagai obligor dan penanggung utang negara, berdasarkan salinan putusan kasasi palsu. Karena, Mahkamah Agung sendiri tidak pernah menerima permohonan perkaranya. Menurutnya mudah saja membuktikan kalau dirinya seorang obligor dan penanggung […]

  • Anggota DPR RI Fraksi PAN Dukung Komdigi Tegakkan Kedaulatan Digital, Ajak Platform Seperti ChatGPT Ikuti Aturan Indonesia

    Anggota DPR RI Fraksi PAN Dukung Komdigi Tegakkan Kedaulatan Digital, Ajak Platform Seperti ChatGPT Ikuti Aturan Indonesia

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi, menyatakan dukungan terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menegur akses bagi sejumlah platform digital asing yang belum mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat di Indonesia, termasuk platform kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Menurutnya, penegakan aturan ini merupakan bagian dari upaya […]

  • Andri Adukan Kasusnya ke Ombudsman RI

    Andri Adukan Kasusnya ke Ombudsman RI

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2025 – Langkah demi langkah dalam koridor Konstitusional  terus ditempuh Andri Tedjadharma, pemegang saham Bank Centris Internasional, untuk membongkar dugaan penyimpangan dalam penanganan kasusnya. Sore tadi (8/5), Andri bersama kuasa hukumnya, Japaris Sihombing SH, secara resmi mengadukan kasus tersebut ke Ombudsman Republik Indonesia. Ombudsman merespons laporan itu secara positif. Lembaga pengawas pelayanan […]

  • Uchok Menilai Ada Upaya Akal-akalan dalam Program MBG

    Uchok Menilai Ada Upaya Akal-akalan dalam Program MBG

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menduga ada upaya mengakali anggaran program MBG.  Jakarta – Polemik anggaran pengadaan perangkat teknologi di Badan Gizi Nasional (BGN) memanas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut pernah menolak pengajuan anggaran pembelian komputer oleh BGN pada tahun 2025. Namun, temuan terbaru justru menunjukkan adanya pembelian besar-besaran […]

  • Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Negara

    Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Negara

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan institusi Polri tetap di bawah Presiden. Menempatkan Polri di bawah kementerian sama artinya melemahkan negara.  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal tersebut dalam rapat dengan Komisi III DPR-RI di Senayan, Senin (26/1). Mengawali penjelasannya Kapolri menegaskan sikap institusional Polri terkait posisi kelembagaan. Ia menyampaikan secara terbuka di hadapan […]

  • Habitare Rasuna Hadirkan “Rasa Nusantara”, 111 Sajian Buka Puasa Ramadhan

    Habitare Rasuna Hadirkan “Rasa Nusantara”, 111 Sajian Buka Puasa Ramadhan

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Irwan
    • 0Komentar

    Jakarta — Menyambut bulan suci Ramadhan, Habitare Rasuna Jakarta menghadirkan program buka puasa bertajuk “Rasa Nusantara”, yang menyajikan 111 variasi menu dari appetizer hingga dessert dalam konsep All You Can Eat Iftar. Menu yang ditawarkan mencakup beragam hidangan tradisional Nusantara dan jajanan pasar, dipadukan dengan sajian khas Timur Tengah seperti nasi kebuli, nasi briyani, nasi […]

expand_less