Breaking News
Beranda » Terkini » Rakyat Banyak Miskin, Anggaran Laundry Gubernur Rp100 Juta Lebih

Rakyat Banyak Miskin, Anggaran Laundry Gubernur Rp100 Juta Lebih

  • account_circle TCON
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2026

Ironi di Tengah Kemiskinan 760 Ribu Warga, Anggaran Laundry Gubernur Banten Capai Seratus Juta Lebih.

Jakarta – Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, menyoroti anggaran jasa laundry untuk Kepala Daerah Provinsi Banten yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang masih bergelut dengan kemiskinan.

Menurut Jajang, di tengah angka kemiskinan Provinsi Banten yang per September 2025 tercatat sebesar 5,51 persen atau sekitar 760.850 jiwa, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, bukan justru mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan pribadi pejabat.

“Data kemiskinan ini menunjukkan masih banyak warga Banten yang hidup dalam keterbatasan. Penyebab utamanya memang soal kurangnya keterampilan kerja dan ketimpangan pembangunan. Tapi yang menjadi ironi, anggaran daerah justru terlihat lebih berpihak pada kenyamanan pejabat dibanding kepentingan rakyat miskin,” ujar Jajang dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Ia mencontohkan pos anggaran jasa laundry untuk Gubernur Banten Andra Soni yang menurutnya cukup mencolok.

Berdasarkan data yang dihimpun CBA, pada Tahun Anggaran 2025, anggaran jasa laundry Kepala Daerah mencapai Rp110.068.000. Sementara pada Tahun Anggaran 2026, anggaran tersebut kembali dialokasikan sebesar Rp109.640.000.

“Kalau ditotal hampir Rp220 juta hanya untuk jasa laundry. Ini memang bukan angka triliunan, tetapi bagi masyarakat kecil, angka itu sangat besar. Ini soal sensitivitas anggaran,” tegasnya.

Jajang mempertanyakan urgensi anggaran tersebut, mengingat masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Rakyat masih berjuang mencari pekerjaan, kesulitan makan, dan menghadapi tekanan ekonomi. Tapi di sisi lain, uang daerah dipakai untuk mencuci baju pejabat dengan anggaran ratusan juta rupiah. Ini jelas menimbulkan pertanyaan publik,” katanya.

Ia juga menilai, pos laundry tersebut kemungkinan hanya sebagian kecil dari berbagai fasilitas yang dinikmati pejabat daerah.

“Ini baru satu pos kecil. Belum kita bicara anggaran lain yang mungkin jauh lebih besar. Kalau pola seperti ini terus dibiarkan, maka APBD akan semakin terasa jauh dari kepentingan rakyat,” lanjutnya.

CBA meminta Pemerintah Provinsi Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap belanja-belanja yang dinilai tidak prioritas, terutama yang berkaitan dengan fasilitas pribadi pejabat.

Menurut Jajang, anggaran publik seharusnya diarahkan untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, pendidikan keterampilan, dan pembangunan yang lebih merata.

“Rakyat selalu diminta berhemat, diminta meningkatkan skill, diminta bersabar menghadapi kondisi ekonomi. Maka pemerintah juga harus menunjukkan empati yang sama melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat, bukan pada kemewahan birokrasi,” pungkasnya.

  • Penulis: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Sukoharjo dan Krisis Sistem Pilkada: Saatnya Mengobati Penyakit, Bukan Sekadar Menangkap Pasien

    OTT Sukoharjo dan Krisis Sistem Pilkada: Saatnya Mengobati Penyakit, Bukan Sekadar Menangkap Pasien

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    OTT Sukoharjo dan Krisis Sistem Pilkada: Saatnya Mengobati Penyakit, Bukan Sekadar Menangkap Pasien Oleh: Beng Aryanto Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bukan sekadar kasus kriminal. Ini menandakan masalah yang lebih dalam: sistem politik lokal belum mampu melahirkan pemerintahan yang bersih. Dugaan pemerasan terhadap insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah menunjukkan […]

  • Anggaran Perawatan Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Meledak Rp722 Juta, CBA Minta Kejagung Turun Tangan

    Anggaran Perawatan Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Meledak Rp722 Juta, CBA Minta Kejagung Turun Tangan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Anggaran rutin perawatan rumah dinas Ketua DPRD DKI naik fantastis. Patut dicurigai. Kejaksaan Agung diminta CBA turun memeriksa.  Jakarta – Setelah publik dikejutkan oleh proyek “rehabilitasi megah” 19 gedung DPRD DKI Jakarta senilai Rp50,3 miliar yang dinilai penuh kejanggalan, babak baru kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, […]

  • Pemerintah Diminta Rasionalkan Ambisi Koperasi Desa Merah Putih

    Pemerintah Diminta Rasionalkan Ambisi Koperasi Desa Merah Putih

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Beng Aryanto
    • 0Komentar

    Profesor Djohermansyah Djohan mengkritik kebijakan pemerintah terkait Dana Desa untuk Koperasi Desa Merah Putih.  Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan alokasi 58,03 persen Dana Desa tahun anggaran 2026 untuk pembangunan dan operasional Koperasi Desa Merah Putih menuai kritik dari pakar otonomi daerah. Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Djohermansyah Djohan, menilai kebijakan tersebut […]

  • Pengadilan Tegaskan Bank Centris Bukan Obligor BLBI, Namun BPPN Telah Menjual Aset Nasabah: Kesalahan Terus Berlanjut

    Pengadilan Tegaskan Bank Centris Bukan Obligor BLBI, Namun BPPN Telah Menjual Aset Nasabah: Kesalahan Terus Berlanjut

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Jakarta – Polemik lama terkait Bank Centris Internasional kembali mencuat setelah muncul sejumlah kejanggalan dalam proses penagihan terhadap nasabah bank tersebut. Meski pengadilan telah menegaskan bahwa Bank Centris bukan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), penanganan terhadap nasabah bank itu disebut masih menyisakan persoalan hingga saat ini. Sorotan terbaru muncul setelah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara […]

  • Oknum KPKNL Membuka Borok BPPN dan Institusi

    Oknum KPKNL Membuka Borok BPPN dan Institusi

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Oknum KPKNL Membuka Borok BPPN Jakarta – Kamis, 16 April 2026, sebuah peristiwa kecil terjadi di kantor DJKN. Sepintas tampak biasa. Sekitar pukul 14.00 WIB, Andri Tedjadharma bersama kuasa hukumnya, Japaris Sihombing, tampak keluar meninggalkan gedung. Kehadiran mereka rupanya untuk mendampingi seorang notaris yang dipanggil oleh KPKNL. Pemanggilan itu justru membuka kembali jejak lama kasus […]

  • IPW Soroti Dugaan “Perdagangan” Gelar Perkara di Bareskrim Polri

    IPW Soroti Dugaan “Perdagangan” Gelar Perkara di Bareskrim Polri

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta — Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti dugaan praktik penyimpangan serius dalam pelaksanaan Gelar Perkara Khusus (GPK) di Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) Bareskrim Polri. Dalam Catatan Akhir Tahun 2025, IPW menilai GPK rawan dijadikan “komoditas dagangan” untuk mengubah arah penanganan perkara pidana sesuai kepentingan pihak tertentu. Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya […]

expand_less