Breaking News
Beranda » Terkini » Erich Folanda Resmi Dilantik, Harapan Baru Penegakan Hukum Berintegritas di Jateng

Erich Folanda Resmi Dilantik, Harapan Baru Penegakan Hukum Berintegritas di Jateng

  • account_circle Beng Aryanto
  • calendar_month 0 menit yang lalu

Erich Folanda Resmi Dilantik, Harapan Baru Penegakan Hukum Berintegritas di Jateng

SEMARANG — Rotasi dan penyegaran di tubuh Korps Adhyaksa kembali bergulir. Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Erich Folanda, S.H., M.Hum. yang resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, Selasa, 12 Mei 2026.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Teguh Subroto selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, di lingkungan Kejati Jateng, Semarang.

Pelantikan ini menjadi bagian dari rotasi, promosi, dan penugasan baru terhadap puluhan pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja institusi penegakan hukum.

Dalam jabatan barunya, Erich Folanda menggantikan Lila Agustina yang kini mendapat amanah sebagai Kepala Pusat Kesehatan Yustisial.

Sebelum dipercaya menjabat Wakajati Jawa Tengah, Erich diketahui bertugas sebagai Wakajati Kalimantan Barat.

Pelantikan tersebut turut mendapat sambutan dan ucapan selamat dari berbagai satuan kerja kejaksaan negeri di wilayah Jawa Tengah, di antaranya dari Kejari Boyolali, Kejari Sragen, hingga Kejari Kabupaten Semarang.

Dukungan itu mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru dalam memperkuat penegakan hukum yang berintegritas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komitmen Abdi Negara

Sebagai alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran serta sempat mengenyam pendidikan S2 Magister hukum di Universitas Diponegoro Semarang dan lulusan SMAN 38 Jakarta ini,

Erich Folanda dikenal memiliki komitmen kuat sebagai abdi negara yang siap ditempatkan di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah terpencil.

“Ya, sebagai abdi negara. Saya harus siap ditempatkan untuk mengemban tugas dimanapun di wilayah yang ditugaskan, “ujar Erich Folanda, (13/5/2026) kepada wartawan.

Prinsip pengabdian itu tercermin dari pandangannya bahwa setiap aparat penegak hukum harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat bertugas.

Baginya, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, menjadi nilai penting untuk memahami karakter masyarakat, menjaga adat istiadat, menghormati budaya lokal, sekaligus tetap memegang teguh integritas penegakan hukum.

Pendekatan tersebut dinilai penting, terutama di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks dan membutuhkan sensitivitas sosial dalam pelaksanaannya.

Tantangan Penegakan Hukum di Jawa Tengah

Kehadiran Erich Folanda di Jawa Tengah diharapkan mampu menjawab berbagai aspirasi masyarakat terkait penegakan hukum, khususnya dalam pengawasan penggunaan kewenangan dan pengelolaan keuangan di tingkat pemerintahan daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama aparat penegak hukum memperkuat langkah pengawasan guna mencegah praktik korupsi maupun penyalahgunaan jabatan di tingkat desa.

Gubernur Jawa Tengah sebelumnya juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna memperkuat pencegahan korupsi serta menjaga integritas aparatur pemerintahan daerah.

Dengan pengalaman penugasan di berbagai daerah serta latar belakang yang kuat di bidang hukum, kehadiran Erich Folanda sebagai Wakajati Jawa Tengah diharapkan dapat mendukung kinerja kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (red : Teguh Subroto), agar memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan keadilan yang lebih substantif bagi masyarakat.

  • Penulis: Beng Aryanto
  • Editor: TCON

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang Benar Berani Menghadapi, Orang Salah Takut dan Melarikan Diri tapi Berkoar Sebaliknya

    Orang Benar Berani Menghadapi, Orang Salah Takut dan Melarikan Diri tapi Berkoar Sebaliknya

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Pepatah bijak mengatakan, berani karena benar, takut karena salah. Setidaknya, pepatah bijak itu sudah tertanam di banyak benak dan pikiran masyarakat Indonesia. Bahkan, sejak usia dini. Sejak masa kanak-kanak. Berani karena benar, itulah yang tampaknya ditunjukkan dan ditegaskan Andri Tedjadharma atas persoalan yang dihadapi dirinya sejak 1998 silam terkait tuduhan Bank Centris Internasional menerima BLBI. […]

  • Prabowonomics: Dari Wacana ke Struktural

    Prabowonomics: Dari Wacana ke Struktural

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    Prabowonomics bergerak dari wacana ke struktur. Pergeseran di BEI, OJK, Kemenkeu, dan BI membuka kembali pertanyaan lama tentang kendali negara. Mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mungkin tampak sebagai peristiwa teknis, dipicu gejolak pasar dan tekanan indeks. Namun jika diletakkan dalam rangkaian perubahan yang lebih luas—pergantian Menteri Keuangan, […]

  • Gegara Ulah Dirjen, Prinsip Negara Hukum Rusak

    Gegara Ulah Dirjen, Prinsip Negara Hukum Rusak

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Dalam negara hukum, kebenaran tidak ditentukan oleh kekuasaan. Ia tidak lahir dari meja seorang Dirjen.Tidak diputus lewat surat administratif. Dan tidak bisa direkayasa oleh opini yang diulang-ulang sampai terdengar benar. Satu-satunya lembaga yang berhak menyatakan seseorang atau sebuah entitas bersalah atau tidak bersalah hanyalah pengadilan. Titik. Namun justru prinsip paling dasar ini yang dilanggar terang-terangan […]

  • Ah, Gila! CCTV di Toilet Siswi SMA

    Ah, Gila! CCTV di Toilet Siswi SMA

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Kecanggihan teknologi seringkali dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab untuk berbuat tindak kejahatan. Termasuk CCTV. CCTV yang biasanya bermanfaat untuk mencegah, bahkan menjadi bukti kejahatan, ternyata dimanfaatkan untuk perbuatan tidak terpuji. CCTV dipasang di toilet siswi sebuah SMA. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk mengintip aktivitas siswi sekolah tersebut. Beruntung kasus itu sudah terbongkar berkat pemberitaan masif […]

  • OTT Dua Kepala Daerah Dinilai Bukti Kegagalan Sistem Pilkada

    OTT Dua Kepala Daerah Dinilai Bukti Kegagalan Sistem Pilkada

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Beng Aryanto
    • 0Komentar

    Jakarta — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua kepala daerah secara beruntun, Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo, kembali menyorot persoalan tata kelola pemerintahan daerah. Pakar otonomi daerah Prof. Djohermansyah Djohan menilai rentetan OTT tersebut tidak dapat lagi dipahami sebagai kegagalan individu semata, melainkan mencerminkan kegagalan sistemik dalam desain […]

  • Andri Adukan Kasusnya ke Ombudsman RI

    Andri Adukan Kasusnya ke Ombudsman RI

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2025 – Langkah demi langkah dalam koridor Konstitusional  terus ditempuh Andri Tedjadharma, pemegang saham Bank Centris Internasional, untuk membongkar dugaan penyimpangan dalam penanganan kasusnya. Sore tadi (8/5), Andri bersama kuasa hukumnya, Japaris Sihombing SH, secara resmi mengadukan kasus tersebut ke Ombudsman Republik Indonesia. Ombudsman merespons laporan itu secara positif. Lembaga pengawas pelayanan […]

expand_less