Breaking News
Beranda » Terkini » IWCS Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Ketahanan Digital

IWCS Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Ketahanan Digital

  • account_circle Beng Aryanto
  • calendar_month Ming, 3 Mei 2026

IWCS Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Ketahanan Digita

JAKARTA — Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum mengenang perjuangan perempuan dalam memperoleh akses pendidikan dan kesetaraan.

Meski peringatan tersebut telah berlalu beberapa pekan, semangat yang diwariskan Kartini tetap hidup—tercermin dari geliat perempuan dalam Indonesia Women in Cybersecurity yang terus menggelora, mendorong kaum perempuan tampil sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan digital Indonesia.

Namun, seiring perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi perempuan mengalami pergeseran signifikan. Jika dahulu perjuangan terfokus pada akses pendidikan, kini perempuan dihadapkan pada realitas baru: bagaimana menjadi aman, berdaya, dan bijak di tengah derasnya arus dunia digital.

Dalam konteks ini, lahir sebuah konsep yang kian relevan — Kartini Digital. Sosok perempuan yang tidak hanya terhubung dengan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran, kapasitas, serta peran aktif dalam menjaga keamanan digital, baik bagi dirinya, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya.

Perempuan di Garis Depan Ketahanan Digital

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet. Di balik peluang besar tersebut, muncul berbagai risiko yang tidak bisa diabaikan, mulai dari penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga ancaman terhadap anak di ruang digital.

Sayangnya, literasi keamanan digital di tingkat keluarga masih menjadi tantangan. Banyak orang tua—terutama ibu—belum memiliki bekal yang memadai untuk mendampingi anak-anak dalam menghadapi kompleksitas dunia digital.

Berangkat dari kondisi tersebut, Indonesia Women in Cybersecurity hadir dengan pendekatan berbasis akar rumput, menempatkan perempuan sebagai pusat dalam membangun ketahanan digital.

Lima Tahun IWCS: Momentum Kartini di Era Siber

Tahun ini menjadi momen istimewa bagi IWCS. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, organisasi ini juga menandai perjalanan lima tahun kiprahnya dalam mendorong partisipasi perempuan di bidang keamanan siber.

Sejak berdiri, IWCS konsisten mengembangkan program edukasi, advokasi, dan pemberdayaan perempuan dalam ekosistem digital. Dalam kurun waktu tersebut, IWCS tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya keamanan digital berbasis keluarga.

Momentum lima tahun ini menjadi refleksi sekaligus penegasan bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti pada akses pendidikan, tetapi terus berlanjut dalam bentuk baru: membangun ketahanan digital melalui peran perempuan.

Momentum Regulasi: Hadirnya PP Tunas

Upaya perlindungan anak di ruang digital kini diperkuat dengan hadirnya PP Tunas, sebuah regulasi yang menekankan pentingnya tata kelola dan perlindungan anak dalam ekosistem digital.

Regulasi ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga melibatkan seluruh ekosistem—mulai dari platform digital, institusi, hingga keluarga.

Namun demikian, regulasi saja tidak cukup. Implementasi di tingkat masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan. Di sinilah peran edukasi dan pemberdayaan menjadi krusial, terutama bagi orang tua sebagai garda terdepan dalam mendampingi anak.

Perempuan Pelita Digital: Meneruskan Semangat Kartini

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, IWCS menghadirkan program Perempuan Pelita Digital—sebuah inisiatif yang bertujuan menjadikan perempuan sebagai “pelita” atau sumber penerang dalam ekosistem digital.

Program ini tidak sekadar memberikan edukasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri perempuan dalam memahami serta menghadapi berbagai risiko digital.

Tiga fokus utama program ini meliputi:

Awareness untuk ibu dan komunitas

Mentorship untuk perempuan muda

Program Cyber Safe Kids

Seluruh program dirancang dengan pendekatan yang praktis, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari perempuan Indonesia.

“Keamanan Digital Dimulai dari Rumah”

Founder sekaligus Ketua IWCS, Eva Noor, menegaskan bahwa pendekatan berbasis keluarga merupakan kunci dalam membangun ketahanan digital yang berkelanjutan.

“Seringkali cybersecurity dianggap sebagai sesuatu yang kompleks dan teknis. Padahal, banyak risiko digital justru berawal dari hal-hal sederhana—seperti mengklik tautan yang salah, membagikan informasi tanpa sadar, atau kurangnya komunikasi dalam keluarga,” ujar Eva Noor, Sabtu (2/5/2026) pada wartawan di Jakarta.

Ia menambahkan, keamanan digital sejatinya dimulai dari rumah, dengan perempuan—khususnya ibu—memegang peran penting sebagai pengarah sekaligus pelindung dalam ekosistem digital keluarga.

Menurutnya, kehadiran regulasi seperti PP Tunas harus diiringi kesiapan masyarakat.

“Regulasi adalah langkah penting dari pemerintah. Namun dampaknya akan jauh lebih besar jika masyarakat, terutama orang tua, memiliki pemahaman yang memadai. Perlindungan anak di ruang digital harus hidup dalam keseharian, bukan hanya berhenti pada kebijakan,” tegasnya.

Dari Inspirasi Menjadi Aksi Nyata

Melalui program Perempuan Pelita Digital, IWCS tidak hanya mengangkat semangat Kartini sebagai inspirasi, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam aksi nyata.

Berbagai kegiatan telah dijalankan, mulai dari edukasi bagi ibu-ibu di komunitas, sesi pendampingan untuk perempuan muda, hingga program Cyber Safe Kids di sekolah-sekolah.

Pendekatan ini menempatkan perempuan bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai agen perubahan dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.

Menyalakan Lebih Banyak Pelita di Seluruh Indonesia

Ke depan, IWCS menargetkan perluasan jangkauan program ke lebih banyak kota dan komunitas di Indonesia. Harapannya, semakin banyak perempuan yang terlibat aktif dalam gerakan ini.

Pada akhirnya, masa depan digital yang aman tidak hanya dibangun oleh teknologi, tetapi oleh manusia yang memahami dan menggunakannya secara bijak.

Di era ini, setiap perempuan memiliki peluang untuk menjadi Kartini Digital—tidak hanya terhubung, tetapi juga melindungi dan memberdayakan.

  • Penulis: Beng Aryanto
  • Editor: IWCS

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Arunika Energi Luncurkan Mesin Pencacah Sampah Organik

    PT Arunika Energi Luncurkan Mesin Pencacah Sampah Organik

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    PT Arunika Energi Indonesia Luncurkan Mesin Pencacah Sampah Organik

  • BPK Temukan Inefisiensi Rp12,59 Triliun di Pupuk Indonesia, Kejagung Didesak Segera Bertindak

    BPK Temukan Inefisiensi Rp12,59 Triliun di Pupuk Indonesia, Kejagung Didesak Segera Bertindak

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Ival
    • 0Komentar

    BPK Temukan Inefisiensi Rp12,59 Triliun di Pupuk Indonesia,  JAKARTA — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan kebocoran dan inefisiensi senilai Rp12,59 triliun di tubuh PT Pupuk Indonesia (Persero). Temuan itu tercantum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2025. Dalam laporan tersebut, BPK mengungkap sedikitnya 21 temuan, yang mencakup pemborosan anggaran, potensi kerugian negara, […]

  • Lelang Kapal MT Arman 114 Sepi Peminat, Tidak Ada Penawaran Masuk

    Lelang Kapal MT Arman 114 Sepi Peminat, Tidak Ada Penawaran Masuk

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Batam – Proses lelang kapal super tanker MT Arman 114 dan muatan Light Crude Oil yang digelar melalui situs lelang.go.id berakhir tanpa pemenang. Hingga batas waktu penutupan pada Selasa (2/12/2025) pukul 14.00 WIB, tidak ada satu pun peserta yang mengajukan penawaran. Kepala Bidang Hukum dan Informasi KPKNL Batam, Rahmat, menjelaskan bahwa panitia telah melaksanakan seluruh […]

  • Bank Centris Bukan Obligor, Tapi Kreditor

    Bank Centris Bukan Obligor, Tapi Kreditor

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta — Andri Tedjadharma, salah satu pemegang saham Bank Centris Internasional, kembali menegaskan tuntutannya terhadap Bank Indonesia (BI) terkait penyelesaian kasus Bank Centris. Menurut Andri, BI telah gagal melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam perjanjian hukum Akte No. 46, sehingga seluruh aset bank, jaminan, serta promes nasabah wajib dikembalikan. “Bahkan harus kembalikan semua aset bank dan […]

  • Pakar Otda, Prof Djo: MBG Jangan Terlalu Sentralistik dan Ambisius

    Pakar Otda, Prof Djo: MBG Jangan Terlalu Sentralistik dan Ambisius

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Beng Aryanto
    • 0Komentar

    :MBG Jangan Terlalu Sentralistik dan Ambisius Jakarta – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Djohermansyah Djohan, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi secara menyeluruh agar lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara. Dalam wawancara bersama RRI Pro 3 FM, Senin (9/6/2026), Prof. Djo mengatakan tujuan MBG untuk meningkatkan kualitas […]

  • Anggaran Lift Rp1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki

    Anggaran Lift Rp1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle TCON
    • 0Komentar

    Jakarta — Anggaran proyek pemeliharaan lift di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada tahun 2024 menjadi sorotan publik. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai nilai proyek tersebut tidak masuk akal karena mencapai total sekitar Rp1,8 miliar hanya untuk kegiatan pemeliharaan lift dengan merek yang berbeda. Proyek tersebut terjadi saat Uus […]

expand_less